Skyscraper: Ajaran Untuk Memperjuangkan Apa yang Paling Kita Cintai


Apa yang paling penting bagimu? Bisa jadi cinta, harta, keluarga ata hal lainnya yang paling berharga. Yang perlu diingat adalah tiap orang memiliki penafsiran yang berbeda tentang apa yang paling mereka cintai, tidak ada yang salah. Akan menjadi buruk apabila seseorang berusaha merebut atau malah menghancurkan hidup orang lain dengan merusak apa yang paling mereka sayangi. Film Skyscraper menunjukkan hal itu lewat aksi tangguh Dwayne (The Rock) Johnson.

Film ini dibuka dalam adegan penyanderaan sebuah rumah. Seorang polisi tewas dalam usaha menyelamatkan korban. Will Sawyer (The Rock)  bersama tim lain dari FBI bertugas untuk menyelamatkan sandera dan membawa si pelaku dengan selamat, namun ternyata pelaku meledakkan seisi rumah. Will harus kehilangan satu kakinya dalam misi itu.

Sepuluh tahun berlalu dan kini WIll Sawyer yang sudah pensiun dini dari FBI hidup bahagia bersama istrinya Sarah Sawyer yang juga berprofesi sebagai dokter. Ia bertemu Will saat harus kehilangan kakinya. Will membuka bisnis konsultan keamanan gedung yang juga melengkapi sebuah bangunan dengan alat keamanan serta teknologi canggih untuk menghindari kebakaran. Zhao si konglomerat kaya raya yang membangun bangunan tertinggi di dunia, The Pearl, meminta bantuan Will untuk menilai tingkat keamanan bangunan masterpiecenya. Hasilnya aman.

Sepulang dari pertemuan antara Will dan juga Zhao, seorang pencopet misterius merebut tas kerja milik Will. Ternyata, pencopet itu ingin merebut tablet milik Will yang disangka ada di dalam tas. Ben, sahabat Will, adalah komplotan penjahat tersebut dan bertekad untuk merebutnya meski harus membunuh Will. Will yang bertekad untuk tidak membunuh, apalagi sudah sepuluh tahun ia berhenti memegang senjata api, terpaksa membela diri hingga tanpa sengaja menewaskan Ben. Baru diketahuilah sedikit rahasia jika ada seseorang yang ingin menghancurkan The Pearl.

Keluarga Ben yang seharusnya sedang bepergian, harus kembali lebih cepat ke rumah mereka yang ada di lantai 96 The Pearl. Henry, anak lelaki WIll mengalami serangan asma dan di saat mereka di rumah itulah bencana mulai terjadi. Lantai 96 The Pearl sengaja dibakar serta dimatikan saluran keamanannya.

Penuh dengan Pesan Cinta
Film ini memanjakan kita dengan kemegahan teknologi The Pearl dan juga padatnya pesan cinta yang dirangkum dalam beberapa tema. Kita akan mengetahui betapa bangganya Zhao yang mengklaim jika kebakaran akan mencapai puncak gedung, maka akan banyak yang tewas.

Zhao yang begitu membanggakan sistem keamanan The Pearl sempat menolak untuk meninggalkan apartemennya, namun setelah diketahui jika ada campur tangan pihak jahat lain, ia dan anak buahnya bergegas menuju helikopter pribadi. Ternyata di sana terjadi pembantaian. Sedangkan Will Sawyer nekat memanjat sebuah tower dan menggunakan tangan serta kaki yang tak terlalu sehat kondisinya demi menyelamatkan keluarga yang masih terjebak di tengah kobaran api. Elemen perjuangannya memang khas Hollwood, di saat tokoh utama ingin melakukan suatu tindakan berbahaya, akan ada benda-benda yang awalnya terkesan sepele bisa dimanfaatkan. Tidak ada properti yang sia-sia. Tanpa teknologi canggih untuk menyelesaikan misi seperti Mission Impossible, saya merasakan ketegangan ala film Taken-nya Liam Neeson.


The Power Of Mom
Satu hal lagi yang menjadi scene stealer di sini adalah tokoh Sarah Sawyer, istri Will. Dokter militer ini menguasai beberapa bahasa asing termasuk Mandarin dan juga sigap dalam melindungi anak kembarnya. Lumayan jago berkelahi dan tentunya bisa bekerjasama dengan suami. Karakternya cukup menonjol, dibandingkan tokoh villain Korres Botha. Entah kenapa biasanya saya bisa ikut takut ketika penjahatnya muncul, sedangkan ini malah biasa-biasa saja.

Apakah Will bisa menyelesaikan seluruh keluarganya tanpa ada yang celaka? Film ini memiliki twist menarik dan tentunya membuat kita makin mencintai keluarga.

2 komentar:

  1. film ini bisa ditonton bersama keluarga karna mengajarkan kita pentingnya keluarga...

    BalasHapus
    Balasan
    1. bener mbak, ada beberapa adegan yang bikin hampir mewek ..The Rock jago pilih filmnya

      Hapus

Diberdayakan oleh Blogger.