Review Justice League: Kerjasama Berawal dari Rasa Takut


Ada yang sudah menonton film box office Justice League? Film superhero DC Comics ini ternyata bisa mengulangi kesuksesan Wonder Woman sehingga bisa menarik banyak minat movie goers. Yang menarik lagi, film ini seolah menjadi penebusan dosa dari suramnya hasil film Batman v Superman: Dawn of Justice yang menuai banyak kritik. Justin League membidik momentum yang bagus dari kepopuleran Wonder Woman sehingga memasangnya menjadi ketua tim Justice League.

review justin league


Di film Justice League ini, para pahlawan super DC berkumpul menjadi satu untuk melawan Steppenwolf dan pasukan Parademonnya. Sebuah kotak yang disebut Mother, terbagi di tiga wilayah yaitu wilayah laut yang dijaga pasukan Atlantis, Puau Amazon tempat asal Diana Prince sang Wonderwoman dan juga di bumi yang menjadi bagian tubuh Cyborg. Batman dan Diana mengumpulkan anggota superhero untuk menjadi satu tim yang kuat. Dan di sini peran Diana Prince cukup besar, terutama saat ia membujuk Cyborg yang awalnya tidak tertarik bergabung. The Flash menjadi anggota termuda yang direkrut.

Bisa dibilang saya tertarik menonton film ini karena ada Galgadot. Kesuksesan Wonderwoman yang ia perankan, membawa aura tersendiri di dalam Justice League. Opening yang keren dengan menampilkan Wonderwoman dan senjata khasnya seperti tali laso, pedang dan juga besi di kedua tangan membuat saya sudah terbius sejak menit-menit pertama. Di film ini sosok Batman terlihat jauh lebih emosional karena ia masih dibayang-bayangi kematian Clark Kent alias si Superman.

Justice League ini tergolong sama menariknya denga tim Avengers. Meski banyak kritikus yang mulanya memandang sebelah mata Justice League, tak disangka dengan penggabungan para pahlawan yang beda karakter justru membuat filmnya jauh lebih menjanjikan. Superhero DC Comics punya sisi otentik yang kadang sulit dipadukan menjadi satu film. Seperti Aquaman yang berasal dari Atlantis terlihat jauh lebih kuat daripada Batman yang hanya mengandalkan teknologi. The Flash yang tak jago berkelahi bisa memanfaatkan kecepatan supernya untuk menyelematkan korban dan juga memiliki sisi humoris yang bisa merilekskan senior-seniornya. Superman memang paling digdaya, namun kerjasama antar superhero itulah yang menjadikan film ini sangat layak ditonton.

Alur film juga termasuk detil dan tidak tergesa-gesa. Soal akting jelas semua karakter superhero itu sudah sangat mumpuni. Film ini juga menunjukkan jika rasa takut akan kehilangan justru akan mendorong seseorang untuk berjuang menyelamatkan apa yang ia cintai.



'Selamatkan satu orang, maka kamu akan berniat untuk menyelamatkan yang lainnya' 

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.