Review Memories Of The Sword



Cerita silat dan martial arts selalu memberikan sajian yang berseni. Sebut saja Crouching Tiger Hidden Dragon, film yang dibintangi Zhou Yun Fat dan sempat menjadi nominasi Oscar serta film Red Cliff yang sangat megah. Tak hanya keindahan jurusnya tetapi teknik sinematografi yang mumpuni serta alur cerita yang sangat kuat juga menjadi daya tarik utama film jenis satu ini. Memories Of The Sword yang dibintangi aktor veteran Lee Byung Hun dan juga aktris berbakat favorit saya Kim Go Eun, masuk dalam ranah film martial arts asal Korsel yang saya sukai.


Bercerita tentang tiga pendekar pedang yang bersahabat baik di masa Dinasti Goryeo namun ternyata salah satu tega berkhianat. Pung Chun, Sul Rang dan Duk Gi selalu berperang untuk melawan musuh dan membela negaranya. Suatu hari, Duk Gi menyatakan untuk bergabung dengan pemerintah. Padahal pemerintah Goryeo saat itu sangat kejam dan juga kurang bijaksana. Banyak rakyatnya sendiri dibunuh hanya sebagai bukti legitimasi kekuasaan mereka. Sul Rang, yang juga menjadi kekasih Duk Gi memilih untuk tetap menjadi pendekar pedang yang jujur. Akan tetapi, Raja malah mengancam akan membunuh istri dan bayi Pung Chun jika nekat melawan.

Pung Chun memilih untuk melawan Duk Gi, dan dalam kondisi terdesak justru Sul Rang yang membunuh Pung Chun dengan pedangnya. Duk Gi segera bangkit dan menebas istri serta Hong Yi, putri Pung Chun yang masih bayi. Sul Rang melawan lalu segera membawa Hong Yi jauh dari istana kerajaan. Sejak saat itu, Sul Rang selalu menyesali dosanya menebas tubuh Pung Chun dan berniat untuk membesarkan Hong Yi sebagai pendekar pedang terhebat. Ia ingin Hong Yi suatu hari bisa membunuh Duk Gi dan dirinya sendiri.


Film ini sangat baik dari segi koreografi maupun settingnya yang indah. Adegan Hong Yi dewasa (diperankan Kim Go Eun) yang menggunakan jurus meringankan tubuh di padang bunga matahari juga membuat saya teringat terus. Akting tokohnya juga sangat menjiwai sampai saya menangis saat melihat Sul Rang meminta Hong Yi pergi dari rumah mereka dan juga menceritakan tragedi masa lalu. Dilema Hong Yi yang tak ingin membunuh ibu angkatnya juga sangat memilukan. Hanya saja kelemahan film ini pada alur yang agak lambat serta adegan pedang yang sering dibuat slow motion. Terlalu banyak pertarungan slow motion malah mengurangi ketegangan yang harusnya bisa dibangun. Endingnya mengejutkan dan tidak mudah ditebak.

Film ini recommended untuk penggemar Kim Go Eun, seperti saya. Kepiawaian pemeran Hong Seol di K-Drama Cheese In The Trap ini juga cukup menonjol meski disandingkan dengan para aktor dan aktris senior.

1 komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.