Review Chicago Typewriter

Sangat sulit untuk bisa move on dari Goblin (Dokkaebi). Saking gagal move on-nya, setelah menonton drama yang dibintangi Gong Yoo, Kim Go Eun, Lee Dong Wok dan Yoo In Na ini saya resmi menjadi shipper Gonggo Couple. Chemistry yang kuat baik di layar dan juga behind the scene, serta sekumpulan gimmick romantis sampai adegan hugging antara Gong Yoo dan Kim Go Eun di Baeksang Award, membuat  saya berharap Gong Yoo menjadi kekasih Kim Go Eun sesungguhnya. Saya jadi agak sulit mencari drama baru yang bisa menjadi obat pengganti kecanduan Goblin.

Dan setelah hampir enam bulan tidak nonton K-Drama (apalagi saya termasuk pemilih, meski ada K-Drama yang sedang hits, tidak selalu saya tonton), mata saya tertarik pada sampul DVD Chicago Typewriter. Drama ini menonjolkan tiga tokoh utama yang dibintangi aktor dan aktris dengan akting jempolan, ada Lim So Jung (Jeon Seol), Yoo Ah In (Han Se Ju), dan Go Kyung Pyo (Yoo Jin Oh). Kovernya yang bernuansa 30-an dan oldies menarik mata saya. Dan membaca sinopsis di kover belakang, sudah mampu membangkitkan rasa penasaran.


Drama ini bergenre romance, heroic dan fantasy. Diceritakan lewat plot dunia modern dan setting 30-an ketika Korea sedang dijajah Jepang, sudah menjadi daya tarik tersendiri. Apalagi yang menjadi ikon utama dari Chicago Typewriter adalah menyinggung dunia penulis, buku dan juga intriknya. Sebagai seorang penulis dan bookworm akut, jelas sudah dari episode pertama saya sudah bertekad untuk tetap menonton hingga akhir.



Bercerita tentang Han Se Ju, seorang penulis bestseller yang dijuluki Stephen King-nya Korea Selatan harus berhadapan dengan orang-orang yang membenci popularitasnya. Han Se Ju memiliki karakter dingin, menutup diri, dan berpenampilan seperti selebritis dengan ketampananannya. Ia harus berhadapan dengan stalker yang mulai mengganggu hidupnya dan juga mimpi-mimpi aneh tentang kehidupan masa lalu yang sangat mengganggu. Di tengah project webnovel yang ia kerjakan, Han Se Ju bertemu dengan freelancer serba bisa dan jago menembak, Jeon Seol ketika ia mengirimkan paket berisi mesin ketik tua. Kejadian-kejadian aneh membuat Han Se Ju sempat mengira jika Jeon Seol adalah stalker dan membuat hubungan mereka memburuk. Ternyata Jeon Seol juga mampu mengingat kehidupan masa lalunya tiap kali memegang pistol hingga membuat ia berhenti dari timnas penembak.

Han Se Ju mempunyai masa lalu buruk dengan keluarga Baek karena karya pertamanya diplagiat oleh sahabatnya sendiri, Baek Tae Min. Penulis itu tidak mau lagi membuka diri untuk bersahabat dengan orang lain. Sikap ramahnya hanya sebagai topeng di depan fans dan media. Suatu hari di saat menghadapi writing block, Yoo Jin Oh diam-diam menjadi ghostwriter webnovel Han Se Ju dan mengirimkannya ke penerbit. Webnovel tersebut sukses besar sampai Han Se Ju bisa menangkap basah Yoo Jin Oh. Rupanya, Yoo Jin Oh adalah hantu yang menghuni mesin ketik tua. Yoo Jin Oh mengetahui sosok Han Se Ju dan Jeon Seol di kehidupan sebelumnya. Dahulu mereka bertiga menjadi sahabat baik sekaligus pejuang kemerdekaan Korea saat masih dijajah Jepang. 

Kisah persahabatan ketiganya di masa lalu sangat menggugah, kita akan terbawa dan merasakan emosi para pejuang kemerdekaan. Pengkhianatan, cinta yang dikorbankan dan strategi gerilya menjadi daya tarik yang menjual. Ditambah seluk-beluk kehidupan seorang penulis dikupas mendalam. Setting yang sering diwarnai unsur buku, sangat memanjakan mata para bookworm. Ketiga tokoh utama sama-sama menyukai buku.

Yoo Jin Oh ingin mengetahui alasan kenapa ia masih menjadi hantu dan tidak bisa bereinkarnasi. Pertemuan dengan kedua reinkarnasi sahabatnya pun membuka rahasia-rahasia yang sangat mengejutkan. Tiap episode selalu sukses membuat saya penasaran. Yuk kenalan dengan tiga tokoh utamanya.

1. Han Se Ju diperankan oleh Yoo Ah In


Yoo Ah In selalu piawai dalam mendalami karakternya. Ia berhasil mencuri perhatian saya saat bermain sebagai second lead actor di Sungkyunkwan Scandal. Di drama ini dia terlihat keren baik di versi 30-an maupun modern. Meski di versi modernnya potongan rambutnya seperti tentara, aktor yang bersahabat baik dengan Song Hye Kyo ini bisa bermain watak dari Han Se Ju yang sarkastis, tokoh pejuang yang cerdas dan laki-laki yang jatuh cinta dengan gaya sedikit norak.

2. Lim So Jung (Jeon Seol)


Satu kata buat perempuan satu ini, Daebak. Karakter Jeon Seol adalah penggemar berat Han Se Ju. Ia termasuk pecandu buku berat (ingat adegan di saat dia membaui aroma buku, itu saya banget :p) yang juga cerdas dan ahli di banyak bidang. Selain menjadi master di banyak bidang pekerjaan freelance, Jeon Seol juga jago bela diri, jago menembak dan menjadi lulusan Kedokteran Hewan. Lim So Jung yang populer di drama Sorry I Love You ini juga sempat digosipkan berpacaran dengan Gong Yoo, lho.

3. Go Kyung Pyo (Yoo Jin Oh)


Duh, ngenes banget deh karakter Yoo Jin Oh. Dia jatuh cinta pada Jeon Seol di masa lalu dan belum bisa move on hingga sahabat ceweknya itu terlahir kembali. Misteri di masa lalu membuat Yoo Jin Oh ingin menyelesaikan novel bersama Jeon Seol dan Han Se Ju. Kesetiakawanannya juga terasa pahit apalagi setelah tahu jika Han Se Ju dan Jeon Seol saling mencintai. Meskipun begitu, Yoo Jin Oh justru menambah atmosfer kocak yang mewarnai kehidupan membosankan Han Se Ju.




Meski alur yang twist dan karakter kuat dipadu humor segar membuat saya betah menontonnya, bahkan saya sampai menangis termehek-mehek di dua episode terakhir, ternyata rating K-Drama ini termasuk rendah di negaranya. Katanya sih dipengaruhi juga masalah Yoo Ah In yang disebutkan berusaha menghindari wamil dengan alasan kesehatan. Soundtracknya juga dahsyat, sampai terngiang-ngiang di saat saya bekerja :D. Meskipun tidak booming, saya jatuh cinta berat dengan Chicago Typewriter. Buruan nonton deh kalau mau tenggelam dalam ceritanya.

Rumah Han Se Ju

cafe buku di dalam drama

toko buku di dalam drama


5 komentar:

  1. aku sempat nonton 1 episode kemarin dan nggak minat lanjutin. ntar deh dicoba lagi kalau senggang

    BalasHapus
    Balasan
    1. bagus kok,,ini membahas dunia penerbitan terutama digital :D

      Hapus
  2. wah suka drama korea juga , aku belum eprnah nonton jd belum tahu

    BalasHapus
    Balasan
    1. dicoba saja, meski ada unsur fantasi tapi unsur perjuangannya lebih kuat

      Hapus
  3. aku belum pernah nonton sih , mungkin kurang tertarik ya

    BalasHapus

Diberdayakan oleh Blogger.